aMeL

Friday, November 30, 2007

Do I Have To Cry?

Besok, Sabtu, 01 Des '07 adalah hari penentuan takdirku. Disitu aku harus berani bertaruh ngelawan takdir. Ada apa dengan kehidupanku seterusnya. Apa aku sanggup tetap berdiri dan melarang diriku sendiri menangis bahkan tertunduk gara2 masalah ini? Atau sekarang saatnya aku nangis dan tereakin ke seluruh dunia kalo aku emang gak sekuat itu?

Setelah sekian lama gak ngeliat dia ternyata hari ini aku bisa liat dia lagi. Walau mungkin awalnya sempet sebel gara2 accident "temen nyebelin", tapi aku tau...apapun itu gak bakal sebanding dengan rasa sedihku seandainya besok adalah pertemuanku yang terakhir (I hope not). Aku pikir setelah lama gak ketemu, ternyata bakal ada yang berubah. Tapi ternyata semua tetep sama. Silence is Gold (maybe...). Tapi malem ini aku tau...emang gak ada yang berubah. Diem. Hanya saling ngeliat. Tapi aku tau. Sekalinya dia ngomong kayak tadi, aku tau....it's you. It's me. It's us.

Apapun yang terjadi besok, terjadilah. Andai besok aku diberi kekuatan dan keberanian untukngomong sesuatu, kau pastikan aku gak akan bilang "Selamat Tinggal". Mungkin kata laen yang lebih pantes, "I'll Miss You Much" and "See You Later".

Kuingin kau tau diriku disini menanti dirimu. Meski kutunggu hingga ujung waktuku. Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya. Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja. Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya. Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home